Jl. Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75112


Minggu, 29 September 2019      Decky      112 kali

Profesionalisme ASN dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Hari Selasa, 24 September 2019 DPMPTSP Provinsi Kaltim menghadiri Workshop Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur dalam pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi Sebagai Pelayan Publik Profesional dengan tema “ Pentingnya Kompetensi SDM Aparatur Dalam Menghadapi Tantangan Global Revolusi Industri 4.0” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim bertempat  di Ballrom Mahakam  Hotel Swiss Bell Balcony, Kota Balikpapan dengan mengundang perwakilan perangkat daerah BKSDM di lingkup Pemprov Kaltim. DPMPTSP Provinsi Kaltim dalam kesempatan ini diwakili oleh Plt Sekretaris Sayid Awaluddin beserta staff terkait. Workshop ini dibuka langsung oleh Plt.Kepala BPSDM Dr.H.M.Aswin,. MM mewakili gubernur Kaltim dengan narasumber Tommy Bustomi dari STMIK Wicida Samarinda dan Sekretaris BPSDM Dr.Sudirman.,M.Si.

Tujuan workshop ini adalah mewujudkan Aparatur yang handal,professional,cepat, tanggap, dan cakap dalam mewujudkan birokrasi pemerintah yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik khususnya memanfaatkan teknologi informasi komunikasi agar kinerja pelayanan yang diberikan bisa lebih cepat, akurat, dan efisien sekaligus memuaskan pemenuhan hak-hak khalayak publik terutama di era revolusi Industri 4.0 saat ini.

Istilah  Revolusi Industri  4.0 sendiri secara  resmi  lahir  di negara Jerman,  tepatnya  saat  diadakan  Hannover  Fair  pada tahun 2011 lalu. Negara Jerman memiliki kepentingan yang besar terkait hal ini, karena Revolusi Industri 4.0 menjadi bagian dari kebijakan rencana pembangunannya yang disebut dengan slogan High-Tech Strategy 2020, dimana kebijakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan Negara Jerman agar selalu  menjadi yang terdepan dalam dunia manufaktur.


Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara Aparatur berpikir atau mind set, cara Aparatur dalam menyikapi kemajuan jaman, dan cara Aparatur dalam berinteraksi satu dengan yang lain. Dari sisi perubahan pola pikir atau mindset, Aparatur tidak lagi berpikir rutinitas, melainkan berpikir  out of the box , bila perlu berpikir out of the side box. Mind set sebagai pelayan publik, PNS tidak lagi harus bermental dilayani tetapi harus mental melayani. tentunya Aparatur juga dituntut untuk bekerja lebih maksimal lagi agar ekspektasi masyarakat terhadap Aparatur semakin terjawabkan.

Selain itu dalam menyikapi perkembangan global saat ini, maka Aparatur di era Revolusi Industri 4.0, tidak lagi hanya bersikap statis tetapi dinamis. Tidak lagi takut pada kemajuan teknologi tetapi harus pintar teknologi, bahkan bila perlu mampu menguasai, mengatur dan mengendalikan teknologi, terutama teknologi informasi. Dengan latar belakang tersebut, maka BPSDM Provinsi Kaltim menggelar Workshop ini agar Aparatur di Lingkup Pemprov Kaltim dapat bersikap dan berperilaku seperti yang diinginkan oleh masyarakat, yakni pemberian pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit yang muaranya menjadi Smart ASN 2024 untuk membawa birokrasi Indonesia berkelas dunia.

DPMPTSP Provinsi Kaltim sendiri saat ini sudah memiliki berbagai keunggulan inovasi yang ditonjolkan, yakni: Aplikasi Program Otomatisasi Perizinan Online (OPO) dan SI Jambang (Sistem Informasi Reklamasi & PascaTambang). Inovasi ini merupakan bentuk dalam menghadapi persaingan global era 4.0 sekaligus perwujudan misi Kaltim berdaulat “Berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing”.

Kembali
Link Instansi Terkait