Jl. Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75112


Selasa, 24 September 2019      Decky      92 kali

PENGOLAHAN LAHAN KEK MALOY DEMI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DI KALTIM

Hari Senin (23/9/2019) DPMPTSP Provinsi Kaltim menghadiri acara presentasi laporan akhir Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) di Hotel Aston dengan mengundang narasumber Prof Mudrajad Kuncoro, Ph.D Alfatania Sekar Ismaya, BBA,dan Rachmawati S.E dihadiri oleh perwakilan OPD Teknis terkait di lingkup Pemprov Kaltim. DPMPTSP Provinsi Kaltim sendiri dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Bambang Iwan Priyatna. Tujuan acara ini dimaksudkan mendengarkan paparan narasumber mengenai potensi pengembangan bisnis melalui pengolahan lahan di KEK MBTK, melakukan identifikasi potensi pendapatan bagi daerah Kutim dari keberadaan KEK-MBTK, baik dari aspek pajak, retribusi, bagi hasil atau sumber penerimaan sah lainnya, sekaligus memberi saran maupun masukan strategi yang menguntungkan secara jangka panjang bagi Pemprov Kaltim khususnya di Pemkab Kutai Timur.

KEK Maloy dibentuk berdasarkan PP No.85 tahun 2014 dengan memiliki luas lahan sebesar 509,496 Ha berstatus Hak Pengelolaan (HPL) dengan total nilai investasi 2 Triliun dengan skema pembiayaan APBD Kutim sebesar Rp 890 Milyar dan APBN sebesar 1,1 Triliun. KEK Maloy sendiri dikelola oleh PT.MBTK (Maloy Batuta Trans Kalimantan) dan akan dioperasikan pada bulan Oktober 2018. Diharapkan Tahun 2025, KEK Maloy mampu meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp 4,67 triliun per tahunnya (DNKEK, 2019).  Selain itu KEK MBTK diharapkan akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas, dan batu bara.


Berdasarkan data dari Pemkab Kutim (2018),Perusahaan yang berinvestasi di KEK Maloy masih dalam progres merealisasikan investasinya. PT.Kilang Kaltim Continental yang berinvestasi sebesar 750 Miliar dengan pembangunan pengilangan minyak bumi saat ini masih dalam progres finalisasi studi kelayakan dan PT.Anugerah Energitama dengan nilai investasi 50 Miliar melalui pembangunan tangki timbun CPO dalam proses penerbitan surat minat (LOI) kepada Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (BUPP) KEK Maloy. Kedua perusahaan yang berminat berinvestasi ini menunjukkan besarnya peluang maupun potensi ekonomi di KEK Maloy di masa akan datang.

Potensi pengolahan lahan di KEK bisa dikerjasamakan melalui beberapa skema kerjasama yaitu: Kontrak Sewa dari Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) atau Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI), Bagi Pendapatan (Revenue Sharing), dan Bangun Serah Guna (BSG) atau Build-OperateTransfer (BOT) dengan nilai NJOP tertinggi adalah sebesar Rp128.000/m2 dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terendah sebesar Rp2.450/m2. Dengan asumsi, lama kontrak sewa selama 30 tahun, arus kas bersih dan kelayakan usaha KEK MBTK diproyeksikan sebesar Rp 1,15 Triliun per tahun dan investasi awal sebesar Rp 1,86 Triliun menjadi hitungan cukup menguntungkan bagi para investor yang menanamkan modalnya di KEK Maloy.

Besarnya potensi pengelolaan lahan di KEK Maloy diharapkan investor bisa berbondong-bondong berinvestasi di KEK Maloy apalagi kuncuran dana APBD dan APBN telah cukup besar digelontorkan di KEK Maloy. Diharapkan KEK Maloy pada saat diresmikan nanti, bisa menjadi poros pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kaltim khususnya di Kabupaten Kutai Timur demi meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kembali
Link Instansi Terkait